Pages

Sunday, March 28, 2010

Dies Natalis FIB ke - 69

Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) meyelenggarakan peringatan Dies Natalis ke 69th bertemakan “Kembali ke Akar Budaya: Apresiasi Budaya Bali" pada hari Jumat (04/12) bertempat di Auditorium Gedung IX, FIB UI, kampus Depok. Peringatan dies natalis yang berlangsung pada pukul 09.00 – 12.00 ini dihadiri oleh seluruh dosen, mahasiswa, karyawan FIB UI beserta keluarga, jajaran pimpinan, mantan dekan dan para alumni FIB UI.

Peringatan dies natalis ini dibuka dengan persembahan Tari Pendet yang dibawakan oleh mahasiswi FIB UI yang tergabung dalam sanggar tari Ayodya Pala. Kemudian dilanjutkan dengan Laporan dari ketua Umum penyelenggara Dies Natalis FIB UI, Barbara E.L.Pesulima, M.Hum. Di dalam laporan tersebut, dipaparkan berbagai serangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan untuk memeriahkan Dies Natalis FIB ini. Rangkaian acara dimulai dengan Seminar Nasional Naskah Digital Nusantara dan Peluncuran Naskah Digital Koleksi FIB-UI (24/11), Pagelaran wayang kulit dengan lakon “Wahyu Ketrentreman” yang bertemakan ruwatan dibawakan oleh dalang Ki Achmad Jumadi Sabdo Kawedhar, S.Kar (2/12), Pameran lukisan Sanggar Wulung “Budaya Tradisional Indonesia” (7-11/12), Forum Budaya “Kearifan budaya dalam menanggulangi bencana alam (7/12), Seminar budaya yang diselengarakan oleh BEM FIB UI (8/12), IWK Day: Seminar dan bazaar cantik dengan kosmetik dan busana tradisional (9/12), Pertunjukkan Ketoprak Sejarah: “Babad demak bintara” yang hampir seluruh pemainnya adalah para dosen dan mahasiswa FIB UI, alumni serta beberapa orang pemain profesional dari Sekar Budaya Nusantara dan setelah itu rangkaian acara akan diakhiri dengan Diskusi Buku dan Konser Puisi Multimedia karya Asrizal Nur (15/12).

Setelah pembacaan serangkaian kegiatan yang memeriahkan peringatan Dies Natalis FIB UI, acara kemudian dilanjutkan dengan persembahan Tari Legong yang diikuti dengan sambutan dari Dekan FIB UI, Dr. Bambang wibawarta. Dalam sambutannya tersebut beliau menjelaskan bahwa banyak sekali hal yang telah dilakukan oleh FIB, seperti pertukaran pelajar, pertukaran dosen, penelitian, pengabdian masyarakat serta kerjasama di segala bidang yakni kerjasama dengan PT. Kereta Api Indonesia untuk kepentingan penelitian budaya, serta International school conference yang diwujudkan dalam summer studies. Namun masih banyak lagi yang harus kita lakukan untuk kedepannya, seperti akan dibuatnya pangkalan data betawi sebagai bentuk dari pengembangan Indonesian studies, sehingga FIB diharapkan dapat menjadi pusat multikulturalisme. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka diperlukan kerja sama dari kita semua untuk membentuk pondasi dan mempertahankan kontinuitas agar kita dapat bersama-sama menatap masa depan yang lebih baik lagi. Hal yang serupa juga diungkapkan oleh Sekretaris universitas Indonesia, Prof. Dr. I Ketut Surajaya M.A, bahwa FIB diharapkan dapat menjadi tonggak bgai kerjasama internasional di dalam bidang kebudayaan. Untuk kesejahteraan bagi seluruh warga FIB, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dibawakan oleh. Hj. Muchlisin, Staff administrasi perpustakaan FIB UI.

Pada kesempatan yang sama, FIB UI juga memberikan penghargaan yang diberikan langsung oleh dekan FIB UI dan Sekretaris Umum UI kepada para pengajar dan karyawan yang telah memasuki masa purna bakti, mantan pejabat FIB UI, mahasiswa berprestasi dengan IPK tertinggi, peneliti muda, mahasiswa yang ikut berpartisipasi dalam berbagai cabang olahraga di Singapura, pemenang Putri Indonesia, serta dilanjutkan dengan pemberian beasiswa dari Woori Bank untuk mahasiswa Korea. FIB UI juga sebelumnya telah mengadakan sayembara Desain Interior Gedung VII FIB-UI, dan pada acara ini dibacakanlah pemenang II dan III Desain Interior Gedung VII. Pemenang II yakni Faisal Ridwan, S. Sn., dan pemenang III adalah Monika Pongtasik, S.T. IAi. Sebagai bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian masyarakat, FIB UI juga memberikan Penghargaan Kebudayaan kepada dua seniman Betawi Ki Bonang Surya Seniman Dalang Wayang Betawi dan Haji Nirin Kumpul Seniman Topeng Betawi. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi yang tinggi terhadap dedikasi, loyalitas, pengabdian, konsistensi, keunikan, inovasi, kontribusi serta orisinalitas dari kedua seniman ini yang masing-masing telah berperan aktif dalam memajukan dan mengembangkan kedua kesenian Betawi hingga sekarang. Menurut dekan FIB UI, Penghargaan ini telah menunjukkan bahwa seni merupakan perwujudan kreasi tanpa batas yang dapat dilakukan oleh setiap manusia.

Apresiasi terhadap budaya Bali terasa sangat kental di dalam peringatan Dies Natalis FIB UI ke-69 kali ini. Terlihat dari tampilan dekorasi serta persembahan-persembahan yang ditampilkan sebagai wujud kecintaan terhadap kebudayaan Indonesia. Acara kemudian ditutup dengan persembahan Tari Bali Kreasi Baru dan pemotongan tumpeng oleh dekan FIB UI yang diperuntukkan kepada mantan-mantan Dekan FIB UI sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya dalam memajukan FIB UI yang telah memberikan sumbangsih terhadap kelestarian budaya. (Vra)

0 komentar:

Post a Comment